Kasih yang sejati

Mengapa penulis Amsal 27 mengatakan “Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi” ?. Kasih tidak akan bermanfaat bagi orang yang dikasihi bila kasih tersebut tidak diungkapkan dalam tindakan nyata. Sadarilah bahwa ungkapan kasih yang sejati tidak harus bernada postitif seperti pemberian materi, perhatian, dorongan, tetapi kasih juga bisa diungkapkan bernada negatif seperti larangan, teguran dan hukuman. Yang penting untuk diingat, ungkapan kasih yang sejati harus selalu dilandasi oleh motivasi untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihi. Kasih yang sejati tidak mengandung ‘hidden’ agenda (agenda tersembunyi) yang bersifat negatif.

Amsal 27 ini juga mengatakan:
“Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah”. ( Amsal 27: 6)

Ungkapan kasih yang bernada positif saja (tanpa diimbangi dengan ungkapan kasih yang bernada negatif) bisa menghancurkan hidup orang yang kita kasihi. Ungkapan kasih yang bernada positif dan bernada negatif bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Tuhan Yesus bersabda:

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan kalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia”. (Lukas 17: 3 dan 4)

2 Timotius 4: 2
Beritakanlah fiman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Marilah kita mengasihi dengan kasih yang sejati. Ungkapan kasih kita terhadap sesama haruslah dilandasi oleh motivasi yang murni. Bila kita memuji atau memberi sesuatu terhadap sesama, kita harus melakukannya denga ketulusan hati. Kasih yang sejati tidak selalu menyenangkan, tetapi kaish yang sejati selalu mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihi.

Ayat penutup:

Roma 12: 9

“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik”.

Tag:

2 Tanggapan to “Kasih yang sejati”

  1. noer Says:

    terima kasih artikelnya ……

  2. astuti hutagalung Says:

    Hendaklah semua orang saling mengasihi…kita bisa memiliki cinta,suka,sayang, tapi jikalau tidak memiliki kasih semuanya akan sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: